Geliat Komunitas Open Source di Batam

Sumber Tulisan : http://batampos.co.id

Memberi Alternatif, Menekan Pembajakan

Dengan lahirnya komunitas Open Source, perkembangan dan nasib perangkat lunak (software) sepertinya tidak lagi berada di tangan vendor melainkan bakal ditentukan oleh pengguna (user). Inilah manifesto yang kemudian dikembangkan menjadi pergerakan software gratis oleh para komunitas di seantero dunia. Seperti apa komunitas Open Source di Batam?

ARMAN, Batam

Hingga awal tahun 2009 ini, di Batam sedikitnya tercatat dua komunitas pecinta produk-produk software dari Linux. Mereka adalah Batam Linux User Group (Blug). Komunitas ini merupakan kumpulan para muda pecinta teknologi informatika komputer (TIK) yang kebanyakan dari kalangan mahasiswa Poltek Batam, khususnya mahasiswa tekhnik informasi. Base Camp-nya pun nangkring di lantai 7 gedung Politeknik Batam, tepatnya di Poss Centre Poltek Batam.

Komunitas ini sudah berdiri sejak tiga tahun yang lalu. Selain mengoprek software, para IT gigs ini juga rajin ngumpul-ngumpul untuk sekedar sharing soal perkembangan open source hingga ngomongin soal penemuan software baru karya para tukang ‘ngoprek’ itu. Selebihnya, mereka rajin ‘merayu’ teman-teman mereka untuk ikut-ikutan menginstal produk open source di komputernya.

“Kami senang kalau ada yang terpengaruh. Dan kami juga punya milis di batam.linux.or.id,” ujar Misni Harjo, salah satu anggota Blug yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa semester IV jurusan Teknik Informatika, Politeknik Batam.
Komunitas kedua dari pecinta open source di Batam menamakan dirinya sebagai gerakan linux untuk rakyat atau disingkat Gelora. Komunitas ini mengklaim dirinya sebagai kiblatnya para pecinta open source di Batam.

Bedanya dengan Blug, komunitas Gelora dipandegani oleh para eksekutif dan profesional. Selain itu, meski tanpa kantor, komunitas ini memiliki struktur komite yang lebih jelas. Tak sekedar komunitas saja.

“Secara komite kami ada tujuh orang, mereka memiliki bidang dan wilayah kerja masing-masing,” ujar Donal Pangihutan yang ‘menjabat’ sebagai infrastruktur di Gelora.

Namun, apapun latarbelakang dari anggota kedua komunitas tersebut, mereka memiliki tujuan yang sama, yakni menyebarkan ‘virus’ cinta open source. Dengan semangat open mind, komunitas-komunitas ini menyebarluaskan software open source secara gratis kepada masyarakat. Mereka menyebutkan, sistem Linux lebih stabil, aman dari virus, bebas cracker dan tentu saja gratis. Meski, diakui atau tidak, kata terakhir itulah yang menjadi magnet bagi tukang “ngoprek” software untuk membuat aplikasi-aplikasi baru itu.

“Apalagi, dari segi fitur dan tampilan, untuk ukuran barang yang gratisan, produk open source sudah sangat canggih,” kata Abdi Bhakti, anggota Blug yang lain.

Di balik gerakan penyebaran virus ini, para komunitas ternyata juga menyelipkan misi yang terbilang cukup mulia. Yakni meminimalisir tindak kejahatan berupa software piracy atau pembajakan software. Sebagai informasi, saat ini Indonesia berada di urutan ke-12 di dunia dengan tingkat pembajakan piranti lunak sebesar 84 persen. Angka ini setara dengan kerugian USD411 juta atau sekira Rp5 trilun.

“Ini sebagai alternatif bagi para pengguna software. Kalau budget-nya tidak cukup untuk membeli produk Microsoft, ya pilih saja open source,” tukas Nusra Pardana, anggota Blug yang lain.

Senada dengan Nusra, Donal juga berpendapat, selain untuk alternatif gerakan open source ini merupakan edukasi IT untuk masyarakat.

“Gerakan ini untuk memberikan warna baru. Bahwa dunia IT khususnya untuk level operating system (OS) tidak hanya didominasi oleh Microsoft atau yang kita kenal dengan Windows-nya,” kata Donal.

Soal wacana dominasi, kata Donal, gerakan open source sebenarnya berawal dari negara Eropa yang benci akan monopoli pasar yang dilakukan oleh perusahaan raksasa milik Bill Gates, Microsoft.

Namun demikian, dalam pergerakan ini para komunitas tidak melangkah secara laten dan ekstrem untuk meruntuhkan pasar yang selama ini dikuasai oleh Microsoft. Sekali lagi, mereka hanya ingin membantu pihak-pihak tertentu untuk terus bisa beraktifitas dengan komputernya tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Makanya, mereka juga tak terlalu ‘maksa’ masyarakat untuk berpaling dari Microsoft.

“Kalau mau aman dan nyaman, pakai yang ber-lisensi (produk asli Microsoft). Tapi kalau tidak bisa mendapatkan itu, pakailah produk Linux,” kata Donal.

Meski baru berusia setahun, penetrasi untuk promosi penggunaan open source yang dilakukan Gelora memang lebih menggelora dibandingkan dengan Blug. Tidak hanya menggelar iven, Gelora juga rajin memberikan ‘les’ gratis untuk instansi-instansi seperti sekolah bahkan pemerintahan.

Bahkan, kata Donal, seluruh komputer di Pemko Batam sedang menjajaki penggunaan produk open source mulai dari server hingga klien.

Tak mudah bagi Donal dan anggota komunitas lainnya untuk menyebar ‘virus’ open source ini. Walau pada kenyataannya, ada setumpuk kemudahan dan keuntungan dari penggunaan produk-produk Linux ini. Selain berkutat soal minimnya pengetahuan masyarakat, kendala penyebaran virus open source adalah soal paradigma kebanyakan orang yang memang sudah dicetak untuk Microsoft-minded.

Namun Donal yakin, apapun kendala itu, semua hanyalah soal waktu. Cepat atau lambat masyarakat akan segera melihat mana yang lebih menguntungkan. Efisiensi, kata itulah yang menurut Donal akan menjadi alasan cerdas kenapa orang memilih produk Linux untuk OS dan aplikasi komputernya. ***

Advertisements

2 thoughts on “Geliat Komunitas Open Source di Batam

    1. gak apa2 kang 🙂 tapi pada kenyataanya produk produk opensource spt posfix masih merajai di sisi email
      lihat jadi jasa2 hosting , 10 dari prusaahan hosting pakai posfix dkk untuk layanan emailnya selebihnya baru pakai
      propertiery engine ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s