Kurangi Komunikasi, Tingkatkan Produktivitas

Ingin melewatkan hari-hari yang ekstra produktif dalam setiap pekan kerja tanpa menambah jam di kantor? Anda dapat melakukannya –dan meningkatkan kepuasan kerja baik untuk diri Anda sendiri maupun teman sekerja– dengan memangkas tim yang tak perlu, mengurangi komunikasi dan mengendorkan pengawasan. Terdengar radikal?

Sepintas mungkin begitulah kesannya. Namun, itulah kunci-kunci untuk bisa lebih cepat dan lebih sederhana dalam mengelola orang, proyek-proyek dan tim. Anda perlu ingat bahwa salah satu tanda sukses sebuah perusahaan adalah pertumbuhan yang tiada henti. Seiring dengan pertumbuhan itu, organisasi menjadi semakin kompleks dan dengan demikian memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan.

Sejatinya, kompleksitas itulah yang kemudian merintangi jalan perusahaan menuju sukses dan menjadi nomor satu. Semangat entrepreneurial luntur, birokrasi bertambah dan progress menjadi lambat. Diperlukan terobosan untuk mendobrak berbagai mitos –terutama 4 yang utama– dalam manajemen yang menghambat kerja dan menjadi sumber ketidakpuasan.

Mitos 1. It’s all about teamwork

Bahkan, perusahaan-perusahaan besar pun harus berjuang melawan “penyakit-kooperasi”. Gejala-gejalanya adalah tim kerja yang tidak perlu dan berbagai rapat yang membosankan.

Tim kerja bukan lagi sekedar teknik melainkan telah menjadi “nilai perusahaan” di banyak organisasi. Umumnya, setiap orang terlibat dalam semua hal. Namun, kini dalam era yang serba kompleks —multi-site, multi-cultural dan organisasi-organisasi virtual– tim menjadi sesuatu yang mahal. Dan, ketika semuanya telah bisa dilakukan melalui teknologi, bekerja secara kolektif sulit dijalankan.

Sebuah versi survei mengatakan, sepertiga waktu karyawan habis untuk meeting –di mana dari separonya merupakan meeting yang tidak benar-perlu untuk mereka hadiri. Oleh karenanya, di era sekarang ini, kerja yang lebih individual dan tim yang ramping lebih direkomendasikan. Sebab, kebanyakan aktivitas dalam organisasi sebenarnya tidak memerlukan tim.

Mitos 2. Communication is the answer

Apa yang selama ini kita dengar atau katakan sebagai “kurangnya komunikasi” sejatinya adalah problem masa lalu. Di saat semua orang telah terhubung dengan alat komunikasi dan internet, tantangan hari ini justru bagaimana melindungi diri dari komunikasi yang tidak perlu dan memilih pesan-pesan yang benar-benar penting.

Coba, ingat kembali, berapa email Anda terima setiap hari dan berapa darinya yang benar-benar relevan dengan pekerjaan?

Tips ini merekomendasikan adanya sebuah proses terstruktur untuk menghindarkan karyawan dari komunikasi yang tidak perlu, dan perlunya perusahaan menempatkan tenaga khusus untuk mengelola penggunaan email.

Mitos 3. We need to be in control

Setiap perusahaan memiliki mekanisme atau sistem pengawasan yang terpusat. Dalam perusahaan yang berskala besar, kekuatan-kekuatan pengawas tersebut bisa merusak kepercayaan. Kolega-kolega mungkin berada pada lokasi yang berbeda, atau bahkan datang dari budaya yang berbeda pula. Mereka mungkin tidak merespon secepat atau dalam cara yang sesuai dengan harapan Anda.

Oleh karenanya, yang lebih baik adalah: kontrol lokal sebagai kontrol yang sesungguhnya. Sebab, kontrol terpusat sering menyebabkan proses-proses pengambilan keputusan menjadi lambat dan hasilnya juga keputusan yang buruk.

Tips: bangunlah kapasitas lokal secara sistematis untuk memungkinkan pengawasan yang terkelola.

Mitos 4. Corporate values hold the company together

Basis komunitas di tempat kerja telah berubah, menjadi lebih beragam. Kunci-kunci komunikasi (misalnya membangun hubungan, berbagi budaya dan pengalaman, tatap muka) juga telah berubah. Kita perlu menyadari bahwa beberapa dari kunci-kunci tersebut kini tak tersedia lagi bagi kita, dan beberapa yang lain terlalu mahal untuk dipraktikkan.

Kita harus fokus pada kunci-kunci yang memang bisa kita gunakan dan bisa mengubah harapan-harapan kita akan komunitas (di tempat) kerja.

Banyak perusahaan menghabiskan jutaan uang untuk menegakkan nilai-nilai perusahaan, tapi nilai-nilai itu di-set pada masa lampau dan sangat resisten terhadap perubahan. Sementara, pada sisi lain, jelas bahwa dalam upaya mencari kooperasi yang lebih cepat dan praktik-praktik kerja yang lebih efektif, diperlukan sikap yang lebih inklusif.

Kesimpulan: dalam situasi yang berubah, jawabannya bukan bekerja lebih keras dengan keahlian lama, tapi mengimplementasikan cara-cara bekerja yang lebih cepat dan lebih sederhana.

http://www.portalhr.com

Advertisements

One thought on “Kurangi Komunikasi, Tingkatkan Produktivitas

  1. gw “belum ngerti” lo lagi nulis apaan.biar nyambung kirimin gw tutorial n cd-nya gw tunggu y???awas kalo boong lo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s